BMKG Samarinda Berpartisipasi dalam Kick-Off Kajian Risiko Banjir Kota Samarinda

  28 Januari 2026

Samarinda (28/1) – Pemerintah Kota Samarinda melalui kerja sama dengan Flood Impacts, Carbon Pricing and Ecosystem Sustainability (FINCAPES) Project menyelenggarakan kegiatan Kick-Off Kajian Risiko dan Skenario Pemodelan Banjir di Kota Samarinda sebagai upaya mendukung pengurangan risiko banjir serta adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 28 Januari 2026, bertempat di Hotel Mercure Samarinda, Ruang Emerald 1–3, Jalan Mulawarman No. 171, Kecamatan Samarinda Kota. Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Wali Kota Samarinda yang dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menyusun kajian risiko banjir yang komprehensif dan berbasis data ilmiah. Kajian ini diharapkan dapat menjadi dasar perencanaan pembangunan kota yang lebih tangguh terhadap dampak perubahan iklim dan kejadian banjir di masa mendatang. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas III APT Pranoto Samarinda turut menghadiri dan mendukung pelaksanaan kegiatan ini sebagai wujud komitmen dalam penyediaan data dan informasi meteorologi serta klimatologi yang dibutuhkan dalam kajian risiko banjir di Kota Samarinda. Partisipasi BMKG menjadi bagian penting dalam mendukung analisis kejadian cuaca ekstrem dan pola curah hujan yang berpengaruh terhadap potensi banjir. Dalam rangkaian acara, perwakilan FINCAPES bersama tim peneliti dari Universitas Syiah Kuala (USK) memaparkan gambaran umum rencana kajian dan pemodelan risiko banjir di Kota Samarinda. Pemaparan tersebut mencakup metode pengumpulan data, analisis risiko, serta penyusunan skenario banjir yang akan digunakan sebagai bahan rekomendasi kebijakan. Selain itu, kegiatan ini juga mengangkat isu penting mengenai integrasi kesetaraan gender dan inklusi sosial ekonomi (GESEI) dalam kajian risiko bencana. Pendekatan ini bertujuan agar hasil kajian tidak hanya berfokus pada aspek teknis kebencanaan, tetapi juga mempertimbangkan dampak sosial dan ekonomi terhadap kelompok rentan di masyarakat. Diskusi bersama para pemangku kepentingan turut membahas ketersediaan data, mekanisme koordinasi, serta keterlibatan instansi terkait dalam mendukung pelaksanaan kajian. Melalui forum ini, diharapkan terbangun sinergi antara pemerintah daerah, akademisi, dan mitra pembangunan dalam memperkuat upaya pengurangan risiko banjir di Kota Samarinda. Kegiatan Kick-Off ini menjadi langkah awal yang strategis dalam penyusunan Kajian Risiko Banjir Kota Samarinda. Hasil kajian ke depan diharapkan dapat menjadi salah satu pilar utama dalam perencanaan mitigasi bencana, pengendalian banjir, serta pembangunan berkelanjutan di Kota Samarinda.


Citra Satelit Himawari-8
Tinggi Gelombang Laut
Sebaran Titik Panas
Potensi Kebakaran Hutan